banjir

Read more: http://oktriblogger.blogspot.com/2013/01/cara-membuat-efek-banjir-di-blog.html#ixzz2RYWLmHpL

Sabtu, 29 Juni 2013

novel "HATI MEMILIH"

Judul buku      : Hati Memilih (sebuah cerita tentang rasa)
Pengarang       : Riawani Elyta
Penerbit           : Bukune – Jakarta Selatan
Tahun terbit     : 2011
Tebal buku      : 258 halaman
Warna sampul : Hijau Muda

1.    Isi Cerita / ringkasan cerita:
Pernikahan paman Fuad dengan bibi Salma tidak harmonis, sering terjadinya kesalahpahaman dan perseteruan. Belum lagi kelakuan Anita yang sulit diatur sehingga sering menimbulkan permasalahan. Hal itulah yang membuat Icha ingin pergi dari apartemen bibi salma dan paman Fuad. Jauh dilubuk hatinya, bibi Salma sebenarnya merasa gagal karena tidak bisa menjaga rumah tangganya dan tidak bisa mendidik anaknya. Bibi Salma sangat baik dan sayang pada Icha, namun keputusan Icha sudah bulat akan meninggalkan rumah itu. Dua tahun kemudian, setelah mencari dan gonta ganti pekerjaan, akhirnya Icha mendapat pekerjaan di sebuah Lembaga bimbingan belajar yang cukup ternama sebagai instruktur paruh waktu dengan gajinya lumayan. Icha dapat sampai ditempat bimbel dengan berjalan kaki dari rumah yang dia sewa. Suasana rumah sewaannya sangat ramai karena penghuninya sangat padat serta jalannya sempit. Semua keserhanaan dan keriuhan itu nyatanya memberi kenyamanan dan selalu disyukuri oleh Icha. Tidak lagi dia menyaksikan suasana yang mengerikan, kata-kata kasar dari kehidupan paman Fuad. Ketika itu juga Bibi Salma datang mengunjungi Icha, semenjak meninggalkan rumahnya Icha sangat jarang lagi berkunjung kesana. Bibi Salma datang mengajak anak perempuan, anak itu bernama Camelia, dia adalah anak dari Aida. Aida telah bercerai dengan suaminya dan sekarang dia harus mendekam dipenjara karena terjerat razia narkoba. Hal itu membuat bibi Salma tidak ingin Camelia terganggu dengan kejadian itu. Bibi Salma ingin meminta tolong pada Icha untuk menjemput, menitipkan Camelia sampai dia datang menjemputnya, kebetulan sekolah Camelia berdekatan dengan bimbel tempat Icha mengajar. Melihat keadaan Camelia, Icha merasa iba dan menyanggupi permintaan Bibi Salma.
            Minggu kedua Camelia dititipkan padanya, Icha cemas karena dia tidak menemukan Camelia di sekolahnya. Icha mencarinya kemana-mana dan akhirnya dia dapat menemukan Camelia di halaman belakang sekolah sedang melamun. Camelia sangat pendiam, bahkan dapat dihitung selama dua minggu berapa kali dia mau bicara sama Icha. Icha mengerti kenapa Camelia diam disana, dia tahu Camelia merindukan Ibu atau Ayahnya. Camelia terus memandang kearah sebuah keluarga, bahkan saat Icha memegang tangannya dan mengajaknya pulang, Camelia hanya diam saja. Sampai dirumah, dia bertemu dengan Hazri yang sebenarnya adalah ayah dari Camelia, namun waktu perceraiannya Camelia baru berusia sepuluh bulan dan Aida tidak memperbolehkan Hazri memperkenalkan dirinya sebagai ayah Camelia, dia boleh menemui Camelia dengan sapaan paman. Selama Camelia masih bersama Icha, selama itu pula Hazri selalu menengok Camelia. Dari pertama berjumpa, Hazri mempunyai rasa ketertarikan terhadap Icha, begitu pula sebaliknya. Hazri tidak menyangka Camelia akan cepat akrab dengan Icha, karena Hazri tau Camelia tergolong sulit beradaptasi dengan siapapun dan Camelia tampak merasa nyaman bersama Icha. Sebulan telah berlalu, belum ada perkembangan menggembirakan tentang Aida, bahkan segalanya tampak semakin memburuk.
Suatu hari, Hazri mengajak Camelia dan Icha jalan-jalan, mereka pergi kesebuah taman yang pemandangannya sangat sejuk dan indah. Disana Camelia bermain-main  dengan gembira, namun sepengelihatan Icha dan Hazri tiba-tiba Camelia terjatuh ketika berlari. Akhirnya mereka membawa Camelia ke dokter serta dalam perjalanannya, sempat terjadi perdebatan kecil antara Icha dan Hazri. Dengan kepanikan serta perhatian Hazri melihat Camelia yang menangis karena tak dapat menahan sakit pada kakinya, Icha baru menyadari bahwa Hazri sangat serius memikirkan masa depan Camelia. Keesokan harinya, Icha buru-buru merapikan tumpukan modulnya, karena dia sudah berjanji akan menjemput Camelia lebih awal. Tiba-tiba Erry datang dan mengatakan bahwa Icha sangat sayang kepada Camelia karena dia merasa tertarik dengan Ayahnya. Icha menjadi sangat jengkel, bahkan dia memang dari dulu sudah benci kepada Erry. Icha hanya dapat bercerita kepada Rini (sahabatnya) saja tentang Hazri, dan keyakinan dia benar, bahwa Rini yang membocorkan ceritanya. Erry juga melihat Icha dan Hazri pada waktu mereka ditaman dan duduk berduaan. Erry sangat menyukai Icha, namun Icha terus-terusan berusaha untuk menjahuinya. Sejak saat itu, Icha tidak bercerita banyak kepada Rini, apalagi yang menyangkut Camelia dan Hazri. Ketika Bibi Salma menelponnya, dia mengatakan pada bibinya agar memberi kesempatan Hazri untuk menjaga Camelia, namun bibinya tidak setuju dan dia tetap mendukung Aida karena dia yakin anaknya mempunyai alasan yang jelas tidak memberikan Hazri memperkenalkan diri sebagai papanya.
Semenjak Camelia terjatuh, Hazri menjadi lebih sering menemui Camelia, Icha juga sudah tidak canggung lagi menghadapi Hazri, bahkan pembicaraan mereka tidak lagi fokus tentang Camelia, melainkan mulai merambah pada hal-hal disekelilingnya. Malam harinya Hazri datang menemui Icha dan mengajaknya untuk makan malam. Icha merasa kaget atas ajakan Hazri namun dia tidak bisa menolak karena Hazri memaksanya. Terjadi getaran yang bergejolak dihati Icha, dia merasa gemetar namun dia sangat senang dengan ajakan Hazri. Sepanjang perjalanan Icha lebih banyak mendengarkan suara penyiar radio ketimbang mendengarkan suara Hazri. Sesampainya di Jimbaran Resto Ancol, terjadi perdebatan kecil antara keduanya karena Icha tidak mau makan terlalu banyak, sedangkan Hazri ingin Icha makan lebih banyak karena badan Icha yang sudah kurus dan tidak perlu diet. Setelah selesai makan malam, Hazri meminta untuk diam sebentar, akhirnya mereka duduk di pinggir pantai. Sambil menikmati indahnya malam, mereka bercerita tentang hidup mereka. Pada saat Hazri bertanya kepada Icha, kenapa dia mau menuruti permintaan bibi Salma untuk mengurus Camelia. Seketika itu Icha terdiam sesaat dan dia mengatakan pada Hazri bahwa dirinya merasa tidak tega melihat keluarga bibi Salma yang hancur seperti itu, dia juga merasa kasian kepada Camelia yang begitu lugu dan pendiam, namun dibalik diamnya seakan Camelia menyimpan sesuatu, menginginkan dan merindukan sesuatu. Icha kasian melihat Camelia yang kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Icha dan Hazri tampak sudah semakin akrab, dan ketika kaki Icha kesemutan, Hazri membantu Icha untuk berjalan. Icha merasa nyaman bersama Hazri, mereka berjalan menyusuri pantai tanpa sepatah katapun dan tanpa disadari tangan Icha entah sejak kapan sudah berada digenggaman Hazri. Hazri sudah lama tidak pernah berkencan maupun makan malam lagi bersama seorang perempuan, dia hanya diam dirumah dan mengurus ayahnya yang sedang sakit.
Untuk kedua kalinya Icha kebingungan mencari Camelia, dia tidak menemukan Camelia ditempat biasa. Ketika dia kebelakang sekolah, disana tampak Camelia sedang menanggis karena mendapat sebuah tugas menggambar dengan tema “aku cinta ayah dan ibu”. Karena hal itu Camelia menjadi mogok sekolah, siangnya Icha menemui Camelia. Camelia kelihatan sedih, dia menanyakan ibu dan ayahnya. Icha tidak menyangka ternyata selama ini Camelia mengetahui bahwa ayahnya sudah meninggal. Hati Icha sangat sedih melihat kondisi yang seperti itu, dia tidak tega untuk berbohong pada Camelia. Akhirnya Icha memberikan saran pada Camelia untuk menggambar apa. Dia merasa kesal pada Hazri dan Aida, dia ingin mereka mengungkapkan kenyataannya kepada Camelia. Ketika Icha membicarakan hal tersebut pada Hazri, dia menyatakan bahwa belum siap untuk mengatakan yang sejujurnya sekarang pada Camelia. Sepulangnya dari rumah Icha, Hazri mengunjungi rumah Pak Yusuf untuk memohon pertimbangan. Hazri sering mengunjungi pak Yusuf untuk membagi keluh kesahnya. Dalam perbincangannya, pak Yusuf menyarankan kepada Hazri untuk tidak terlalu lama menduda. Hal itu membuat hati Hazri menjadi berat.
Kunjungan rutin Hazri kerumah Icha semakin menyusut, sudah hampir tiga minggu Hazri tidak ada kesana lagi. Beberapa kali Icha ingin menghubungi Hazri namun selalu dibatalkan. Hari itu adalah hari minggu, akhirnya Icha berkunjung ke apartemen bibi Salma. Sebelum kesana, Icha menyempatkan diri untuk berolahraga dulu disebuah taman, disana dia bertemu dengan Erry. Ketika itu Erry menggunakan boxer selutut dengan baju kaus tanpa lengan sehingga lekukan ototnya tampak menonjol. Baru pertama kali Icha merasa terpesona melihat Erry, sementara pada hari-hari biasanya dia sangat membenci Erry. Mereka akhirnya lari bersama dan Erry meminta Icha untuk tidak menghindar darinya, serta meminta maaf kalau belakangan ini dia terlalu agresif, itu karena Erry menyukai Icha. Icha terdiam, dia tidak berkata apa-apa, dia langsung beranjak untuk menemui Camelia. Ketika itu, Erry langsung menarik tangan Icha dan bertanya kenapa Icha begitu menyayangi Camelia, serta menanyakan berapa dia digaji. Belum selesai Erry berbicara, tanpa sadar Icha telah menamparnya. Erry menatap Icha dengan penuh amarah, ketika itu Icha sangat takut dan berencana untuk pergi, namun Erry dapat membaca rencananya, Erry merengkuh erat kedua bahunya dan menarik Icha kearahnya. Icha terus memberontak, tapi dia tetap saja tidak bisa melepaskan tangan Erry. Saar itu Hazri tiba-tiba datang dan menyuruh Erry melepaskan Icha. Akhirnya Erry pergi dengan perasaan kesal kepada Hazri. Hazri mengajak Icha untuk pulang, mereka bersama-sama menuju Arthamelia, apartemen bibi Salma. Icha menceritakan kejadian tadi pada Hazri, ketika mendengar cerita Icha, Hazri tidak menyangka bahwa Icha sangat menyayangi Camelia. Sepulangnya dari apartemen bibi Salma, Hazri bergumam sendiri, dia ingat dengan kata-kata pak Yusuf untuk mengikuti kata hatinya. Hazri merasa bahwa Camelia bukan menjadi alasan tunggal untuk kerumah Icha serta dia tidak dapat menghindari keinginnya untuk menemui Icha begitu kuat bahkan dia baru saja mengenal kembali rasa cemburu, karena melihat Icha bersama Erry.
Icha menceritakan kejadian itu pada Rini, namun Rini lebih membela Erry dan mengatakan bahwa Erry bukanlah laki-laki pendendam. Belakangan ini, Erry sudah tidak mengejar Icha karena dia sudah mempunyai pacar. Sering kali Erry memanas-manasi Icha, namun Icha tidak merasa cemburu. Ketika mau pulang, Icha bertemu dengan Erry dan Erry meminta maaf pada Icha. Saat itu juga Erry mengatakan pada Icha bahwa dia pernah melihat Hazri di club bersama wanita yang tidak benar. Icha merasa bingung antara percaya dengan Erry atau tidak. Dalam hatinya, bisa saja Erry memfitnah Hazri karena merasa benci pada Hazri, tapi  dia menjadi penasaran dan igin membuktikannya sendiri. Sesampainya dirumah, Rini juga memperkuat apa yang dikatakan oleh Erry sehingga Icha memutuskan untuk pergi ke club. Baru kali ini dia pergi ketempat seperti itu karena dia merasa penasaran dan ingin mengetahui kebenarannya. Terpintas dalam pikirannya merasa curiga kalau Erry dan Rini akan menjebakknya, namun perasaan penasarannya lebih kuat daripada itu. Icha sangat merasa bising melihat kondisi seperti itu, hal ini karena dia tidak terbiasa ke club. Ketika Icha ketoilet, Icha bertubrukan dengan orang yang dia cari. Dia melihatnya bersama perempuan lain, serta dia merasa tidak dikenali dan wajahnya sangat tenang. Icha langsung meninggalkannya dan berlari tanpa memperdulikan berapa mata yang memandangnya. Dia sangat kecewa, kesal, tidak percaya, dia berusaha menahan air mata yang kembali hendak keluar. Icha meninggalkan club tersebut dengan naik taksi. Setelah didalam taksi, dia baru ngasi kabar pada Rini, bahwa dia pulang duluan. Ayah Hazri bertanya kepada Hazri kenapa pulang larut malam, Hazri hanya mengatakan bahwa dirinya sedang sibuk dengan pekerjaanya. Hazri tau kalau Ayahnya menginginkan dirinya ada disisi Ayahnya, setidaknya satu jam dalam sehari untuk mendengarkan Hazri bercerita, membacakan surat kabar dan menemani nonton televisi. Hazri menyuruh Ayahnya untuk sering mendengarkan musik dan menyanyi karena itu dapat menjadi salah satu terapi untuk pen derita stroke. Ketika sedang mengambil CD musik, tiba-tiba pintu kamar Ayahnya diketuk oleh pembantunya, Hazri keluar sambil menutup pintu karena pembantunya mengatakan ada hal yang gawat. Pembantunya berbisik ditelinga Hazri, tiba-tiba Hazri berkata “melihat dimana” dengan suara yang gemetar. Pembantunya menjawab dia tidak melihat langsung, tapi ada temannya yang mengatakan. Tiba-tiba terdengar ada suara pecahan gelas dari kamar Ayahnya, dan ada darah yang menetes dari tangan Ayahnya. Kejadian itu membuat Hazri lupa dengan pembicaraannya tadi, dia segera mengurus Ayahnya dan menelepon dokter. Kepalanya terasa berdenyut-denyut, dadanya sesak dengan kabar yang dibawa oleh pembantunya.
Beberapa kali Hazri menelepon, namun Icha tidak pernah mengangkatnya dan setiap Hazri mengirimi pesan, dia selalu mengatakan tidak ada dirumah. Semenjak malam itu Icha lebih sering jalan-jalan karena enggan bertemu dengan Hazri serta dia enggan mempertanyakan kebenarannya. Rini dan Erry sudah tidak pernah menyebut nama Hazri lagi, karena Icha sudah mengatakan bahwa dia sudah tidak peduli pada Hazri. Erry tersenyum puas mendengar pernyataan Icha, namun Icha tidak memperdulikannya, yang terpenting bagi Icha adalah Erry sudah tidak mendekati dan merayu Icha. Ketika ada pesan masuk, dia merasa males untuk mengambil ponselnya, namun ketika dilihat pesan itu dari temannya di biro perjalanan. Ternyata dia telah memesan tiket untuk pulang dan penerbangannya tinggal seminggu lagi. Icha sudah kangen sekali pada Mama, Papa dan kakaknya. Icha ingat bahwa bibi Salma juga akan berlibur ke Singapura, tapi dia tidak mengatakan bahwa dia akan mengajak Camelia atau tidak. Untuk jaga-jaga, Icha memesan tiket lagi karena kebetulan masih ada 3 tiket yang tersisa. Icha memutuskan untuk meminta persetujuan pada Hazri, Aida dan bibi Salma untuk mengajak Camelia ke rumahnya di Tanjungpinang. Dengan terpaksa dia mengirim pesan kepada Hazri namun lama sekali dia tidak mendapat balasan. Pesan yang dikirim kepada bibi Salma mendapat balasan terlebih dahulu, bibi Salma mengatakan bahwa Aida ingin bertemu dengan Icha karena ada sesuatu yang penting. Sebenarnya bibi Salma tidak masalah kalau Icha membawa Camelia ikut dengan dirinya. Akhir-akhir itu Icha menjadi ketergantungan dengan ponsel karena pesannya belum dibalas oleh Hazri, selebih lagi dia harus menemui Aida. Semakin Icha berusaha melupakan Hazri, justru wajahnya semakin kuat terbayang. Hari-harinya selalu dibayangin oleh pikirannya tentang Hazri. Icha sudah membulatkan tekadnya untuk menemui Aida kepenjara, ketika sudah bertemu dengan Aida, dia melihat Aida lebih kurus dan pucat. Setelah basa-basi menanyakan kabar, Aida bercerita bahwa sebenarnya Aida tidak menginginkan Camelia, dan Hazri bukan Ayah kandung Camelia. Icha sangat terkejut mendengar bahwa pada saat itu Aida diperkosa sehingga dia hamil dan ketika itu pula Hazri mengajaknya untuk menikahinya. Tanpa berpikir panjang lagi Aida menerima permintaan Hazri karena dia tidak ingin juga menggugurkan kandungannya. Aida berterima kasih sekali kepada Icha karena Icha sangat telaten merawat Camelia. Hazri merasa bingung karena panggilannya selalu tidak dijawab oleh Icha dan sekarang dia meminta izin untuk membawa Camelia. Hazri merasa ada sesuatu yang berbeda, dia juga merasa tidak melakukan hal buruk ketika pertemuannya terakhir dengan Icha. Hazri merasa sangat penasaran pada Icha, dia jutga merasa kangen padanya.
Walaupun tidak dengan persetujuan Hazri, akhirnya Icha mengajak Camelia ikut bersamanya. Pada saat mau berangkat, tiba-tiba Hazri muncul dihadapannya, Hazri mengajak Icha bicara, mengapa tidak pernah menganggkat telepon dan tidak membalas pesannya. Ketika ditanya Icha juga sama menjawab bahwa Hazri juga tidak membalas pesannya. Karena rasa kesalnya, Icha mengatakan semua yang dilihatnya di club dan baru kali ini Icha berkata kasar pada Hazri. Tanpa sadar, air matanya terus menetes dan dia langsung meninggalkan Hazri, namun Hazri berusaha mencegahnya dengan mengatakan bahwa akan memberitahu Icha tentang di club itu serta Hazri juga mengatakan bahwa Icha sangat berarti bagi Hazri. Icha tidak menghiraukan itu, perlahan roda taksinya bergerak meninggalkan Hazri. Sampai dirumahnya, kakak Icha yaitu Ady mengejeknya kalau selama ini Icha tidak pulang kerumah karena sudah kawin kontrak. Akhirnya Icha memperkenalkan Camelia kepada Mama, Papa dan kakaknya. Kedatangan Icha sangat disambut dengan hangat oleh keluarganya, dia tidak menyangka kedatangannya akan disambut sedemikian meriah oleh keluarganya, bahkan ketiga tantenya juga datang. Icha juga senang melihat Camelia yang sudah semakin tidak canggung dengan keluarganya dan dia juga bertemu lagi dengan teman kecilnya yaitu Azizi. Icha sangat merindukan susasana seperti itu, suasana yang telah lebih setahun menghilang dari kehidupannya. Setelah mendapat kesempatan, akhirnya Icha menceritakan siapa sebenarnya Camelia itu. Mendengar ceritanya, Mama dan Papanya merasa terkejut karena sebelumnya bibi Salma tidak pernah bercerita kepada siapapun. Entah kenapa Mamanya tiba menyanyakan Hazri orangnya seperti apa, lama sekali Icha terdiam dan tidak menjawab pertanyaan Mamanya. Mamanya merasa kagub pada Hazri karena masih mau menengok Camelia, padahal bukan anak kandungnya. Icha hanya menjawab tidak tahu dan mungkin Hazri merasa kasihan pada Camelia. Setelah itu Icha langsung istirahat karena sebenarnya dia sudah merasa capek. Dalam hatinya Hazri tidak terima, mengapa ada pertemuan jika semuanya harus berakhir tak terduga. Bahkan Hazri tidak mempunyai kesempatan untuk mengatakan kebenarannya pada Icha. Dia bingung dengan apa saja yang diketahui oleh Icha, baru beberapa jam kepergian Icha sudah membuat Hazri rindu padanya. Dia sangat rindu pada Icha, dia juga sudah membuka kunci hatinya, namun dia takut kelak harus bertepuk sebelah tangan. Masa lalunya selalu membayang-bayangi dirinya, membuat Hazri selalu gelisah.
Keesokan paginya, ketika Icha sedang sarapan dengan kakaknya, tiba-tiba Azizi datang kerumahnya. Setelah basa-basi dengan Icha, Azizi berniat mengajak Icha jalan-jalan kesekolah tempatnya mengajar. Saat menanyakan pada Camelia dan Camelia bersedia ingin ikut, akhirnya mereka bergegas untuk berangkat kesekolah Azizi. Icha tampak heran ketika sampai disekolah tempat Azizi mengajar, ruang kelas tersebut tidak layak dikatakan seperti sekolah, terlihat ada beberapa atap yang bocor serta lantainya hanya berlapis semen dan temboknya dari spanduk yang sambung menyambung. Mereka belajar tanpa memakai kursi dan meja, semuannya duduk dibawah dengan memakai alas tikar pandan. Mereka semua adalah anak-anak yatim piatu serta semua guru disana tidak mendapat gaji, mereka hanya mendapatkan uang transprortasi dan makan. Dalam hati Icha merasa kagum pada Azizi karena masih peduli dengan anak yatim dan bekerja tanpa digaji. Sesampainya dirumah, tanpa sadar ternyata Camelia merekam semua pembicaraannya dengan Azizi. Dia menyamakan dirinya dengan anak yatim piatu tersebut, ketika itu Icha kembali merasa iba terhadap Camelia dan berusaha meyakinkannya bahwa dia masih mempunyai orang tua dan keluarga yang sangat menyayanginya. Icha mengalihkan pembicaraan dengan akan mengajak Camelia ke pantai, akhirnya camellia dapat melupakan apa yang sedang dibicarakan tadi. Terdengar suara pintu yang diketuk, ketika Icha melihat ternyata dia mendapat kiriman dari Hazri. Icha belum merasa tertarik untuk segera membuka amplop tersebut, dia langsung meletakkannya diatas lemari. Dia segera mempersiapkan apa saja yang akan dibawanya kepantai esok harinya serta mengabari Mama, Papa dan kakaknya untuk ikut juga karena mereka sedang libur.
Pagi-pagi Mamanya sudah menggedor pintu Icha untuk jalan-jalan ke pantai. Icha langsung membangunkan Camelia dan dia menyiapkan perlengkapan yang akan dibawa. Ketika mau berangkat, entah darimana tiba-tiba Azizi sudah berada disamping Icha. Kakak Icha mengajak Azizi untuk ikut kepantai, namun pada saat itu Azizi masih ragu-ragu dan sampai akhirnya dia bersedia ikut karena Papa Icha mengajaknya untuk mancing. Mereka kepantai ramai-ramai karena tante-tantenya juga ikut bergabung bersamanya. Dipantai Icha hanya bengong saja dan dia memilih untuk berjalan-jalan saja, sedangkan yang lainnya asik dengan kegiatannya masing-masing. Pada saat berjalan sendirian, tiba-tiba Azizi menghampiri Icha, mereka berdua bercerita-cerita mengingat masa lalunya. Ketika momen yang tepat, Azizi mengungkapkan perasaannya kepada Icha bahwa dia sudah mulai memendam perasaan pada Icha. Melihat kondisi seperti itu, Icha bingung mau berkata apa, dia hanya menganggap Azizi sebagai sahabat, dia tidak ingin nantinya karena hal ini membuat persahabatan mereka bubar. Azizi tetap mempertahankan persahabatannya, dia tidak ingin memaksakan cintanya serta ikhlas menerima apapun jawaban dari Icha.
Setelah seharian bermain dipantai, Icha merasa sangat lelah dan dia melihat-lihat koleksi novelnya. Pada saat menarik buku, dia melihat paket yang dikirim oleh Hazri. Paket itu berisi CD dan secarik kertas, dalam kertas tersebut dikatakan bahwa dokumentasi tersebut sudah lama dipersiapkan, tapi belum menemukan waktu yang tepat untuk memberikan pada Icha. Icha langsung mengambil laptop dan memutar CD tersebut, dalam rekaman itu terlihat dua orang balita laki-laki didalam boks. Mereka terus mengalami perkembangan sehingga mereka sudah tampak dewasa. Hazri menceritakan kisahnya, bahwa dia sebenarnya dia kembar genetik, kembarannya bernama Hasfi. Semenjak Mamanya meninggal, Hasfi menjadi pecandu narkoba. Bahkan karena sudah berjanji pada Mamanya akan menjaga Hasfi, sampai akhirnya dia mau mengakui yang bukan menjadi perbuatannya. Demi Hasfi dia mau menikahi wanita yang bahkan tidak pernah dia sentuh, membohongi semua orang dan menutup rapat-rapat siapa sesungguhnya Hasfi. Hazri juga berjanji kepada Icha akan mengungkapkan semuanya kepada Camelia, namun sekarang ini dia harus merawat Hasfi terlebih dahulu karena Hasfi sedang mengalami sakit. Setelah itu, sampai fajar menjelang dia belum bisa tidur, air matanya terus mengalir, hingga akhirnya dia tertidur juga dan bermimpi.
Ketika Icha terbangun, Azizi sudah berada dirumahnya, dia datang untuk berpamitan pada Icha karena dia akan pergi ke Bandung. Sebelum pergi dia menanyakan lagi tentang perkataannya kemarin dipantai. Dia mengulang lagi apa yang dikatakannya, bahwa dia mencintai Icha lebih dari persahabatan, namun dia tetap tidak mau memaksa Icha untuk menumbuhkan rasa yang sama. Hanya cinta yang tulus, mampu mengikhlaskan segalanya. Setelah kepergian Azizi, Icha memutuskan untuk menulis pesan kepada Hazri kalau dia sudah menonton CD yang dikirimnya, dan dia meminta maaf karena sudah menuduhnya yang bukan-bukan. Saat itu Hazri merasa sangat sedih, kacau karena dia harus melihat Ayah dan saudaranya berbaring lemah ditempat tidur. Ayahnya mengalami stroke sedangkan Hasfi mengalami koma. Dia terpaksa harus menitipkan ayahnya disalah satu keluarganya karena dia mesti menemani Hasfi dirumah sakit. Selama ini Hazri sudah memaafkan Hasfi, meskipun dari dulu Hasfi sangat membenci Hazri, dan Hazri juga memutuskan untuk berbicara pada Hasfi yang sebenarnya.
Keesokan harinya Icha dan Camelia kembali ke Jakarta, Hazri menjemput mereka dibandara. Sebelum menghantarkan mereka pulang, Hazri mangajak Icha untuk menjenguk Hasfi ke rumah sakit dan mengatakan kondisi Hasfi tambah parah. Icha sedikit merasa senang ketika Hazri berkata bahwa Hasfi ingin menemui Camelia dan dia juga sudah menceritakan semuanya pada Hasfi. Sesampainya dirumah sakit, Hazri berbisik pada Hasfi bahwa Camelia sudah datang, Hasfi hanya dapat memandang wajah cantik Camelia karena dia sudah tidak bisa bicara, namun dia masih bisa melihat dan mendengar. Camelia sedikit merasa takut dan bingung serta dia memandang secara bolak-balik Hazri dan Hasfi. Ketika itu tangan Hasfi berusaha menyatukan tangan Hazri, Icha dan Camelia. Icha mengerti dengan apa yang diinginkan oleh Hasfi, dia ingin dirinya dan Hazri bersatu dan bisa menjaga Camelia. Entah kapan Hasfi pergi meninggalkan mereka, tiba-tiba Icha mendengar bisikan dari Hazri bahwa Hasfi sudah pergi. Keheningan tersebut menjadi pilu yang meraja dan hanya isak tangis yang bergema. Icha tidak pernah menyangka akan melihat kondisi seperti ini, bahkan dia belum mengenal Hasfi, dia hanya sempat bertemu di club itu saja. Hasfi dimakamkan persis disamping makam mendiang ibunya. Setelah semuanya selesai, Hazri mengantarkan Icha dan Camelia pulang. Sesampainya dirumah Icha, Icha meminta maaf kepada Hazri karena selama ini dia sudah sering marah-marah dan menyalahkan Hazri. Hazri juga mengtakan bahwa kehadiran Icha belakangan ini dalam hidupnya mampu menguatkan semangatnya dan membuat Hazri bertambah kuat menghadapi berbagai persoalan. Hazri langsung berpamitan untuk pulang dan dia berkata akan segera kembali setelah urusan tentang Hasfi selesai.
Icha terbangun oleh suara Camelia yang sedang mengigau, dia memanggil mama dan papanya. Ketika tangannya tak sengaja menyentuh tangan Camelia, dia merasa kaget karena badan Camelia sangat panas. Icha panik dan segera mengambil air dan handuk untuk mengompres Camelia, dan setelah memeriksanya ternyata panas Camelia mencapai 38 lebih. Karena persediaan obatnya habis, terpaksa Icha mengabari Hazri bahwa Camelia sakit, setelah sekian menit menunggu Hazri, mereka membawa Camelia kerumah sakit. Karena panasnya yang tinggi, dokter menyarankan Camelia untuk dirawat inap, segera Hazri mengurus administrasinya. Setelah Camelia mendapat kamar inap, dan saat berbincang-bincang dengan Icha, akhirnya Hazri menyatakan perasaannya bahwa dia ingin Icha menemaninya sekarang dan seterusnya. Hazri juga tidak memaksa, dia ikhlas menerima apapun jawaban dari Icha, Icha hanya terdiam saja namun tidak dapat dipungkiri bahwa sejak lama juga dia sudah mempunyai perasaan kepada Hazri. Ketika Hazri terbangun, dia sudah tidak melihat Camelia dan Icha, dia menelepon Icha namun tidak dapat dihubungi. Setelah menanyakan kepada perawat, dikatakan Icha dan Camelia sudah pergi dan mungkin ke apotek atau kekantin. Setelah mencarinya keapotek dan mereka tidak ditemukan, Hazri langsung mencarinya di kantin. Disana tampak Icha sedang menyuapi Camelia bubur. Hati Hazri sangat senang melihat Icha menyuapi Camelia bubur dengan hati-hati kemulut Camelia penuh dengan kasih sayang. Camelia menyadari kehadiran Hazri dan dia memanggilnya. Hazri berpamitan untuk pulang karena dia yakin masih ada orang yang mau melayat serta Ayahnya pasti akan menanyakannya. Ketika Hazri berkata begitu, Icha meminta untuk ikut karena ingin ketemu dengan Ayah Hazri. Dalam hati Hazri merasa senang karena dia yakin ada makna lain dibalik itu.
Setahun kemudian, setelah pertimbangan yang matang, akhirnya Icha menerima lamaran Hazri. Mereka segera melangsungkan pernikahannya, Icha segera menghakhiri cerita masalalunya. Vonis lima tahun penjara atas Aida dan begitu besar tanggung jawab Hazri terhadap Camelia selama ini akhirnya meluluhkan hati bibi Salma untuk mempercayakan Hazri menjaga Camelia. Icha dan Hazri sangat menyayangi Camelia, bahkan terkadang Hazri merasa cemburu karena Icha lebih mementingkan Camelia daripada dirinya. Bagi Icha, Camelia adalah cerita utama dari takdir-Nya untuk menyatukannya dengan Hazri.

2.    Analisis Struktur dan Isi ( Tinjauan Intrinsik )
Ø Analisis Struktur:
Struktur merupakan bentuk atau kerangka, tinjauan karya sastra yang dibangun dari dalam karya sastra itu sendiri. Struktur terdiri dari:
1.    Alur atau plot yaitu sambung – sinambungannya cerita yang mempunyai hubungan sebab akibat yang membangun sebuah cerita rekaan. Dalam sebuah cerita bisa menggunakan alur ketat dan alur longgar. Alur ketat yaitu alur yang tidak bisa disisipi oleh cerita lain, contohnya: novel, roman dan cerpen. Sedangkan alur longgar yaitu alur yang bisa disisipi oleh cerita lain, contohnya: Cerita Tantri (Bali). Dalam alur atau plot ini dapat dibagi lagi menjadi:
Ø  Situasi adalah menggambarkan keadaan atau suasana sekitar
Ø  Situasi mulai berkembang adalah ada kontak atau pengenalan tokoh dan wajar-wajar   saja.
Ø  Situasi mulai memuncak adalah sudah terjadinya konflik atau pertentangan
Ø  Klimaks adalah puncak dari suatu peristiwa atau akhir dari konflik.
Ø  Penyelesaian adalah merupakan bagian akhir alur cerita. Dalam tahap ini biasanya menceritakan akibat dari peristiwa yang terjadi atau endingnya (bahagia/sedih)
Dalam novel yang berjudul Hati Memilih, yang dikarang oleh Riawani Elyta menggunakan alur ketat karena pada novel ini tidak ada disisipi oleh cerita lain. Alur pada novel  ini adalah sebagai berikut:
Ø Situasi:
Pemaparan awal kisah dalam novel yang menggambarkan bagaimana kondisi rumah tangga Paman Fuad yang berantakan, serta keinginan Icha untuk hidup mandiri dan pindah dari apartemen Paman Fuad.
Ø Situasi mulai berkembang:
Ditandai dengan adanya kemunculan tokoh yang lain satu persatu, mulai dari Camelia, Hazri, Ery, Rini dan tokoh pembantu lainnya, serta dimulainya interaksi kepada tokoh utama yaitu Icha.
Ø Situasi mulai memuncak:
Situasi ini ditandai dengan mulainya Ery dan Rini mengungkap pertemuannya dengan yang disangka Hazri di sebuah club kepada Icha.
Ø Klimaks:
Ditandai ketika Icha membuktikan rasa penasaaran atas pengungkapan Ery dan rini tentang Hazri ke club. Disana Icha bertemu dengan orang yang dicarinya sedang bersama perempuan lain dan tidak mengenali Icha. Icha merasa kecewa dan menjadi emosional hingga menutup diri dari Hazri dan pulang ke rumah orang tuanya dengan mengajak Camelia. Disisi lain, Hazri masih bingung dan bertanya-tanya apa kesalahannya terhadap Icha. Pada situasi ini pun dingkapkan kebenaran status Camelia yang bukanlah anak kandung Hazri oleh Aida kepada Icha.
Ø Penyelesaian:
Dirumah kedua orang tuanya, kepulangan Icha sangat disambut baik dan Camelia pun diterima ditengah-tengah keluarga Icha. Sementara Hazri ingin mengungkapkan kebenaran kepada Icha hingga akhirnya Hazri mengirimi Icha sebuah paket yang berisikan CD dan secarik kertas yang dapat mengungkapkan semua kebenaran. Pada tahap ini diceritakan Icha merasa menyesal dan kembali ke Jakarta bersama Camelia untuk menemui Hazri serta melihat segala rahasia yang tidak ia ketahui tentang Hazri. Setahun kemudian, akhirnya Icha dan Hazri pun melangsungkan pernikahan dan merawat camellia dengan penuh kasih sayang.

2.    Penokohan adalah penciptaan atau pencitraan tokoh dalam sebuah cerita, bagaimana pengarang mengembangkan watak dan karakter dari masing-masing tokohnya. Ada dua cara yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan atau menggambarkan tokoh, yaitu: secara analitik dan dramatik. Secara analitik yakni pengarang menggambarkan tokoh-tokoh tersebut langsung apa adanya, misal: umurnya berapa, kurus atau gemuk, cantik, tampan dan sebagainya. Jika secara dramatik yakni pengarang menggambarkan tokoh-tokoh tersebut dengan menggunakan pengandaian-pengandaian, misal: alisnya seperti daun intaran. Berdasarkan peranan dalam ceritanya tokoh dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:
Ø Tokoh utama yaitu tokoh yang berperan utama dalam cerita
Ø Tokoh pembantu yaitu tokoh yang menyelesaikan atau membuat masalah
Ø Tokoh sampingan (figuran) yaitu tokoh ini bisa dihilangkan apabila cerita disingkat, misal: tetangga, penjual bakso, tukang kebun dan sebagainya.
Dalam novel yang berjudul hati memilih ini menggunakan penggambaran tokoh secara analitik yaitu langsung menggambarkan tokoh itu apa adanya. Hal ini dapat dilihat pada bagian awal perkenalan tokoh yang memaparkan bagaimana sifat dari tokoh tersebut, serta sebuah kalimat yang menyatakan bahwa Icha adalah perempuan yang tergolong kurus.
Ø Tokoh utama dalam novel ini adalah
·      Icha
·      Hazri
·      Camelia
Ø Tokoh pembantu:
·      Aida
·      Hasfi
·      Bibi Salma 
·      Erry
·      Rini
·      Azizi
Ø Tokoh sampingan:
·      Anita
·      Pak Yusuf
·      Keluarga Icha: Ady (kakaknya), mama dan papanya.
·      Ayah Hazri
·      Paman Fuad
·      Pembantu

3.      Pusat Pengisahan/sudut pandang pengarang adalah pengarang berperan sebagai orang keberapa dalam cerita tersebut, hubungan yang terdapat antara pengarang dengan alam fiktif ceritanya, ataupun antara pengarang dengan alam pikiran atau perasaan pembaca. Beberapa jenis pusat pengisahan/sudut pandang  yaitu:
Ø Sudut pandang orang pertama: “aku” yaitu pengarang menggunakan sudut pandang tokoh dan kata ganti orang pertama, mengisahkan apa yang terjadi dengan dirinya dan mengungkapkan perasaannya sendiri dengan kata-katanya sendiri.
Ø Sudut pandang orang ketiga: “dia” yaitu pengarang menggunakan sudut pandang tokoh bawahan, ia lebih banyak mengamati dari luar daripada terlibat didalam cerita, pengarang biasanya menggunakan kata ganti orang ketiga
Ø Sudut pandang campuran yaitu pengarang menggunakan sudut pandang impersonal, ia sama sekali berdiri diluar cerita, Ia serba melihat, serba mendengar dan serba tahu. Ia melihat sampai kedalam pikiran tokoh dan mampu mengisahkan rahasia batin yang paling dalam dari tokoh.

Dalam novel ini, pusat pengisahan atau sudut pandang cerita, pengarang sebagai pelaku utama atau orang pertama, disini pengarang menyebutkan dirinya sebagai “aku” sehingga cerita seakan-akan merupakan kisah atau pengalaman diri pengarang.

4.      Setting merupakan penggambaran suasana, tempat, suasana dan situasi terjadinya peristiwa dalam sebuah cerita. Latar dapat dibedakan kedalam tiga unsur pokok, yaitu: tempat, waktu dan suasana.
·      Tempat : menyusun pada lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya sastra.
·      Waktu : waktu berhubungan dengan masalah “kapan” terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya sastra
·      Suasana: gambaran sebuah keadaan yang tengah dihadapi oleh tokoh-tokoh dalam cerita.
Setting pada novel ini adalah sebagai berikut:
Ø Apartemen paman Fuad dengan suasana rumah tangga yang kacau dan sering diwarnai dengan pertengkaran.
Ø Rumah sewaan Icha dengan suasana yang tenang karena dia hanya tinggal seorang diri, namun lingkungamn sekitarnya padat dan ramai penghuni.
Ø Halaman belakang sekolah Camelia, suasana sepi karena semua siswa sudah pulang dan hanya Camelia seorang diri duduk termenung.
Ø Jimbaran Resto Ancol pada waktu malam hari, dengan suasana romantis dengan perdebatan kecil antara Icha dan Hazri.
Ø Tepi pantai, malam hari sekitar pukul 10.00 dengan suasana tenang dan ada perbincangan tentang satu sama lain antara Icha dan Hazri
Ø Taman, Susana taman memiliki pemandangan yang indah dan sejuk
Ø Arthamelia, hari sudah petang, suasana nyaman namun terjadi sedikit perdebatan saat Erry mencerca Icha dengan pertanyaan yang membuat Icha tidak nyaman.
Ø Club pada malam hari, suasana bising, hiruk pikuk dengan banyak pengunjung
Ø Rumah Hazri, malam hari dengan suasana sepi karena hanya ada ayah Hazri dan seorang pembantu.
Ø Rumah Icha di Tanjungpinang, suasana ramai karena keluarganya berkumpul
Ø Sekolah Azizi, pada pagi hari, Icha ikut untuk menemani Azizi yang sedang mengajar anak panti asuhan
Ø Pantai, pada pagi hari, suasana sangat sejuk, serta semuanya sangat menikmati pemandangan pantai.
Ø Rumah Sakit, bertemu dengan Hasfi dan kepergian Hasfi
Ø Rumah Hazri, proses pemakaman Hasfi, susana duka dan penuh dengan tangis.



5.      Gaya bahasa
Gaya bahasa adalah alat utama pengarang untuk melukiskan, menggambarkan, dan menghidupkan cerita secara estetika. Pengolahan bahasa harus didukung oleh diksi (pemilihan kata) yang tepat. Macam-macam gaya  bahasa adalah:
a. personifikasi: gaya bahasa ini mendeskripsikan benda-benda mati dengan cara memberikan sifat -sifat seperti manusia.
b. simile (perumpamaan): gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan pengibaratan.
c. hiperbola: gaya bahasa ini mendeskripsikan sesuatu dengan cara berlebihan dengan maksud memberikan efek berlebihan.
Dalam novel ini tidak mempergunakan gaya bahasa yang berlebihan, dari setiap kata-katanya kita dapat meraskan apa yang sedang ia ceritakan atau alami. Dalam novel ini tidak menggunakan bahasa yang formal, melainkan menggunakan bahasa sehari-hari.

Ø Analisis Isi:
1.      Tema
Tema pada novel “Hati Memilih” adalah tentang percintaan.
2.      Amanat
Adapun amanat dalam novel ini adalah sebuah perenungan yang diberikan penulis bagi pembaca adalah untuk tidak mudah putus asa dalam hidup, dimanapun kita berada, semoga selalu bermanfaat bagi diri kita, keluarga, lingkungan masyarakat. Kita tidak boleh begitu saja percaya sama perkataan orang lain dan menuduh orang lain berbuat salah, meskipun sudah ada bukti nyata, namun akan lebih baik kita memberikan kesempatan kepada orang tersebut untuk menjelaskan lagi, karena kemungkinan dia tidak bersalah itu selalu ada. Dalam novel ini juga diungkapkan bagaimana makna cinta, cinta tidak bisa dipaksa dan kita harus bisa ikhlas apabila orang yang kita cintai ternyata tidak mencintai kita.

3.    Garapan Tari
Ø Bagian yang menarik
Berawal dari Rini dan Erry yang mengatakan bahwa mereka sering melihat Hazri di club dan sering bersama wanita yang tidak benar. Mereka saling memperkuat apa yang mereka katakana sehingga membuat Icha menjadi bingung antara percaya atau tidak kepada Erry dan Rini. Perasaan penasarannya terus menggebu-gebu dan akhirnya dia memutuskan untuk ke club mencari tahu kebenaran dari apa yang dikatakan olrh Erry dan Rini. Baru kali ini Icha pergi ketempat seperti itu, terpintas didalam benaknya dia takut apabila Erry dan Rini akan menjebakknya, namun perasaan penasarannya lebih kuat daripada itu. Ketika sudah sampai, Icha merasa canggung sekali dan pada saat dia ke kamar mandi, tanpa sengaja dia bertubrukan dengan orang yang dia cari. Icha melihatnya bersama perempuan lain, serta Icha merasa seperti tidak dikenali dan wajahnya sangat tenang. Dia sangat kecewa, kesal, tidak percaya, dia berusaha menahan air mata yang kembali hendak keluar. Saat itu pula dia langsung meninggalkan club itu, dan Icha tidak mau lagi menerima telepon dan pesan dari Hazri. Semenjak kejadian itu dia merasa enggan untuk melihat ponsel, karena masih kecewa pada Hazri. Ketika liburan dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya di Tanjungpinang, dia sudah merasa rindu sekali dengan keluarganya. Sebelum berangkat dia sempat bertemu dengan Hazri namun dia tidak menghiraukannya. Setelah sampai di Tanjungpinang, Icha mendapat kiriman dari Hazri yaitu sebuah surat dan CD. Awalnya Icha merasa enggan menonton CD tersebut, namun saat dia ingin membaca novel tiba-tiba tak sengaja tangannya menyentuk paket tersebut. Icha sangat kaget melihat apa yang sudah dia tonton, dia baru sadar ternyata dia sudah salah sangka kepada Hazri. Akhirnya Icha menghubingi Hazri dan dia meminta maaf padanya.

Ø Bentuk Garapan
Bentuk karya baru ini adalah sebuah tari kontemporer yang ditarikan oleh 2 orang penari, yaitu 1 orang penari laki-laki dan 1 orang penari perempuan.

Ø  Tema
Tema yang diangkat pada garapan tari kontemporer ini adalah menggunakan tema percintaan. Tema ini disesuaikan dengan isi cerita pada novel yang berjudul Hati Memilih yaitu mengulas tentang makna cinta bahwa cinta itu tidak dapat dipaksakan dan harus ikhlas dalam menerima apapun yang terjadi.

Ø  Judul
Garapan tari ini berjudul “Sebuah Rahasia”

Ø  Sinopsis
Tari Kontemporer ini merupakan tari garapan baru yang terinspirasi dari novel sebuah cerita tentang rasa. Dimana dalam tari garapan baru ini mengisahkan seorang gadis yang sedang dilema cinta. Antara percaya dan tidak, hanya itu yang ada didalam pikirannya. Tidak pernah terbayang dalam pikirannya, dia akan melihat sendiri laki-laki pujaanya sedang bersama perempuan lain. Benarkah apa yang sedang dia lihat, sedang bermimpikah dia, perasaan bimbang menghantui pikirannya. Berbekal rasa kecewa dan amarahnya, gadis itu menutup diri dan komunikasi dari pria pujaan hatinya. Pria yg ingin mengungkapkan kebenaran sulit untuk menemui si gadis. Akhirnya si pria mengirimi si gadis dengan sebuah paket yang dapat mengungkapkan kebenarannya.


Ø  Pembabakan
Dalam tari kontemporer ini, gerak yang dituangkan yaitu menggabungkan gerak-gerak tradisi dengan gerak modern. Adapun struktur pertunjukannya dibagi menjadi 4 babak yaitu:
Babak I    :
mengungkapkan perasaan seorang gadis yang sedang jatuh cinta. Dia begitu bahagia melihat serta bercanda tawa dengan pujaan hatinya.

Babak II :
menggambarkan rasa ragu dalam hati gadis tersebut setelah mendengar kabar bahwa pujaan hatinya sering bersama perempuan lain. Rasa penasarannya sangat besar dan memutuskan untuk mencari tahu kebenarannya. Malang nasibnya ternyata dia sendiri melihat pujaan hatinya sedang bersama perempuan lain. Dia kecewa, sedih dan mulai saat itu dia menghindar dari sang laki-laki.

Babak III:
menggambarkan kepergian si gadis dan pertemuannya dengan pujaan hatinya. Tanpa pikir panjang lagi dia meluapkan rasa amarah, kecewanya dan mengatakan apa yang dia lihat malam itu. Si pria hanya bisa terdiam saja, dia tahu itu bukan saat yang cocok untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Gadis tersebut tidak bisa lagi dihubungi, si pria akhirnya mengirimkan sebuah paket yang dimana akan dapat mengunggkapkan kebenarannya. Dalam penuangan kedalam garapan tari, pada babak ini akan menggunakan sebuah slide yang berisi foto anak kembar dari kecil hingga dewasa sebagai penggambaran Hazri dan Hasfi.

Babak IV:
Menggambarkan kesedihan dan penyesalan gadis tersebut setelah melihat dan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Dia benar-benar tidak mengetahui bahwa pujaan hatinya adalah  kembar genetik. Akhirnya dia memohon maaf atas semua kesalahannya.

Ø  Pesan yang ingin disampaikan

Pesan yang ingin disampaikan pada garapan tarian ini adalah mengingatkan kita sebagai makhluk sosial akan pentingya komunikasi dalam berinteraksi dengan sesama. Kita tidak boleh terlalu mudah percaya begitu saja akan fakta yang kita lihat tanpa menelusuri kebenaran dari fakta yang kita lihat tersebut.